Friday, January 12, 2007

Resapi, dan Jadilah Kaya



Ini adalah kutipan dari buku-buku karya Prima Rusdi (cowriter Ada Apa Dengan Cinta?, scriptwriter Banyu Biru, Garasi, Eliana Eliana; penulis novel ‘Perjalanan Mata Dan Hati’+‘1095 Hari Yang Ajaib’). She’s one of my inspiring authors, dan saya akan selalu salut dengan karya-karyanya. Really, saya betul-betul tersentuh oleh tulisannya yang sarat nilai kehidupan, terutama perspektifnya tentang berbagai hal simpel yang sebetulnya amat esensial, namun seringkali luput dari perhatian kita.

Simak setiap kata, resapi maknanya, dan jadilah kaya.

-Hidup adalah hadiah terbesar yang harus senantiasa diisi dengan rasa syukur. (‘Perjalanan Mata Dan Hati’)
-Bentuk lain dari kasih sayang adalah dengan meminta maaf dan belajar dari kesalahan. (‘1095 Hari Yang Ajaib’)
-Ternyata lebih mudah bicara tentang hal yang benar daripada menjalankan hal-hal yang benar tanpa banyak bicara. (‘1095 Hari Yang Ajaib’)
-Betapa kayanya kehidupan bila kita mau mencoba mengisinya sebaik-baiknya. (‘1095 Hari Yang Ajaib’)
-Belajarlah untuk merasa kaya dengan mensyukuri apapun yang menjadi milik kita. (‘1095 Hari Yang Ajaib’)
-Ada banyak cara untuk mengenal orang lain selain mendengar suara dan perkataannya. Ketulusan hati bahkan seringkali tak memerlukan suara untuk memahaminya. (‘1095 Hari Yang Ajaib’)

- JJ -

Wednesday, January 10, 2007

Wanita Terkuat

Satu minggu lalu, Pak Steven (ayah rohani, pemimpin sekaligus gembala saya) kena cacar air. Dan yup, seperti yang sudah diketahui sejak zaman baheula, cacar air menular. Karena itu, untuk sementara beliau terpaksa ‘diisolasi’ dari rumah dan putranya, Alex.

Bayangkan kesibukan sang istri -- Ibu Elly.
Selain memimpin perusahaan (yang sedang dalam perombakan sistem yang menyita waktu dan energi), beliau juga seorang ibu. Pengasuhan Alex yang selama ini ‘dihandle’ berdua dengan sang suami, kini dilakukan seorang diri. Belum lagi kondisi kesehatan Pak Steven yang perlu dipantau dan mendapat perhatian ekstra.

As a staff working in the office near their house, I watched it with my own eyes. Kesibukan Ibu Elly, kelelahannya, semangatnya, kesabarannya, keteguhannya… sukacita yang tak pernah hilang dari wajahnya, dan senyum yang selalu tersedia kapanpun suami dan putranya membutuhkannya.

Orang seringkali ‘meremehkan’ peran seorang ibu gembala atau istri pemimpin. Mungkin karena stereotip yang berkembang di masyarakat kita tentang keberadaan seorang wanita, atau karena citra ‘istri pemimpin’ yang sudah terlanjur miring. Tapi, buat saya, itu semua tidak berlaku untuk noble woman yang satu ini.

Ibu gembala saya punya lengan-lengan yang kokoh karena menggendong Alex setiap hari, tujuh hari seminggu.
Ia punya senyum yang tak pernah habis ditelan rasa lelah dan penat.
Ia punya kesabaran yang tak terbatas, membantah anggapan sebagian orang yang bersikukuh dengan excuse '‘kesabaran kan ada batasnya!”.
Ia punya keteguhan yang melebihi pria terkuat sekalipun, karena matanya tetap dapat bersinar tulus saat kesulitan dan kesukaran menerpa.
Ia punya sukacita yang melampaui semua rasa sakit, sedih, dan kecewa.
Ia adalah tulang punggung yang menopang tubuh agar tetap berdiri tegak (siapa bilang menopang tubuh hanya tugasnya kaki?)

Ibu gembala saya, jauh melebihi yang dapat dipikirkan banyak orang, adalah wanita terkuat yang pernah saya kenal.


- JJ -